Archive for the ‘Fanfic’ Category

“Kasus Yang ditangani oleh L” Drama seputar pembunuhan berencana

Dibuat oleh : galerianszero
Source : http://galerianszero.blogspot.com

Chapter VIII

Apakah L akan berhasil menemukan tempat pertemuan dengan Bakwan? Bagaimanakah nasib penyelidikan ini? Dan bagaimana pula nasib bang Poltak & Tugimin? Jawabannya ada di…

dududada 6X Bak-wan….
dududada 2X Bak-wan…
dududada 2X Bak-wan…
dududada 2X Bak-wan…

Bak-wan… dan si L… Bak-wan…
Kembali di petualangan Inspektur Bakwan & L si Boy Blunder. L masih berkeliling-keliling mencari tempat yang dimaksud oleh konco beratnya itu.

L : (melihat jam tangan) Wah, kita udah lama juga nich keliling-keliling kota. Tau gak sich tempatnya, bang?

Tugimin : Walah, kepriben nyong ni. La wong nyong baru seminggu di kota. Biasa jaga warteg di alun-alun.
Mendengar jawaban yang “sangat meyakinkan” tersebut dari si sopir bajaj asli Tegal, L langsung pasang aksi.

 

(more…)

 

 

“Kasus Yang ditangani oleh L” Drama seputar pembunuhan berencana

Dibuat oleh : galerianszero
Source : Klik disini donk…^^

Chapter X

Trio (yang ngaku-ngakunya) rider itu saat ini sedang berada di kediamannya Areen, salah satu tersangka dalam kasus pembunuhan suami nyonye belande Tarou. Sebenarnya, sedikit info aja. Jadi, detektif di sini ada 5 orang. Bakwan, L, & trio rider. Klop banget dach, kalo disatuin n dijadiin grup macam The Changcuters wakakakakakak

(& mendapat tatapan dingin dari kelima orang “terhina” itu).
Gomen….

Areen : Baik, apa yang ingin ditanyakan dari saya soal kasus kemarin?

Ouja : (menyela) Sebelumnya, bener-bener di sini gak ada anak gadis imut nan lucu? (meyakinkan Areen) Apa jangan-jangan… anda… mandul? (adegan langsung disensor karena menyangkut banyak kejadian kekerasan antara Areen dengan Ouja)

Areen : (pasang tampang innocent) Ehehehe, ada lagi yang ingin ditanyakan? (more…)

 

 

“Kasus Yang ditangani oleh L” Drama seputar pembunuhan berencana

Dibuat oleh : galerianszero
Source : Klik disini donk…^^

Chapter XI (Final)

Di episode terakhir, diceritakan Slash_aza menemukan suatu benda yang bisa dijadikan barang bukti di rumah kediaman Areen. Penasaran nasib apa yang akan terjadi pada ketiga detektif nekat itu? Yuk, mari…

Slash_aza : Akhirnya… (terharu) Berhasil juga menemukan barang bukti

Areen : (wajah ceria) Selamat, selamat! Akhirnya sukses juga ya!

Slash_aza : (ikut terbawa ceria) Iya! Kakus, eh sorry! Kasus yang tidak bisa ditangani oleh semua detektif di dunia ini. Termasuk Sherlock Holmes, Hercule Poirot, Edogawa Conan, L, Elliott Ness, sampe Roy Suryo (ngaku-ngakunya sich detektif maya alias dedemit maya) tidak memecahkan kasus terhebat ini. Tapi tidak ada yang bisa menandingi kehebatan kami bertiga, hyohohohohohoho… (mengkhayal berdiri di podium kantor Interpol, menerima penghargaan & dielu-elukan oleh banyak orang) Iya. Makasih, makasih… (sambil tertawa-tawa sendiri layaknya penghuni RSJ Cilendek)

Areen : (terus memuji-muji) Iya! Memang hebat… Boleh saya lihat barang buktinya? (dengan mata berbinar-binar) (more…)

“Kasus Yang ditangani oleh L” Drama seputar pembunuhan berencana

Dibuat oleh : galerianszero
Source : http://galerianszero.blogspot.com

Chapter IX

Komisaris kebingungan. Akibat “sentuhan ringan”nya kepada si gorengan (Bakwan lho, maksudnya) itu, kini Bakwan pun menjadi penghuni tetap RS menemani L yang sudah terlebih dahulu nyungsep di sana. Yang lain tidak ada yang cukup berani (ataupun cukup gila) untuk menangani kasus ini. Kira-kira seperti inilah reaksi tiap orang yang diminta menggantikan posisi Bakwan & L.

Detektif I : Sorry ya! Gue juga lagi sibuk… (lalu meneruskan lagi main game “Bishi Bashi Special”)

Detektif II : Wah, nyokap lagi mau masuk liang lahat nich. Gue lagi ngurus warisannya… (yang ini, anak kualat. ortu mau mokat, malah sibuk ngitung-itung warisan)

Detektif III : (mulut bau alkohol) Sowwie banget, jek! No AO (asal oleng), no gawe… Hoeeeek (jackpot langsung di tempat)

Detektif IV : Grooook, grooook…. (simponi indah menuju alam mimpi)

Detektif V + VI + VII : Kami bersedia!

Yah, betul. 3 orang yang sebelumnya diceritakan lari dari kejaran petugas bandara gara-gara nge-bm naik pesawat (jangan tanya gue dech gimana caranya). Mereka adalah (suara gendang bertalu-talu) Yamiryu (yang tertua & emang bertampang tua), Ouja (kedua & gak kalah bishi dengan Tukul Arwana), & Slash_aza (termuda & terkontet dari yang lain). (more…)

“Kasus Yang ditangani oleh L” Drama seputar pembunuhan berencana

Dibuat oleh : galerianszero
Source : http://galerianszero.blogspot.com

Chapter VII

Semakin banyak saja yang hadir di kediaman Alm. Galerian tersebut. Ada Inspektur Bakwan, L, Supitsu, Om Irye, Nn. Snow, Ny. Tarou, kak Areen dan ada juga, kak-redok. Karedok leunca, iya! Dan juga seperti yang kita ketahui bersama, interogasi tidak berjalan dengan mulus -semulus gitar Spanyol, gitu- karena banyaknya “gangguan-gangguan” yang tidak diharapkan.

Tarou : Zilakan doedoek, Meneer Irye (sambil menunjuk ke arah salah satu sofa).

Irye : Terima kasih, Ny. Tarou karena telah mengizinkan saya du… (tiba-tiba terdengar suara yang tidak asing lagi) BROOOT… (sambil menahan malu karena diliatin orang-orang sekitarnya) Oops, sepertinya itu suara kursinya. Maaf, maaf!

Tarou : Ja, Ik djoega taoe. Itoe memang zoeara koerzinja (juga duduk di salah satu sofa dan…) BROBOOOT POT PRET DUUT PSSS… (seketika yang ada di dalam inisiatif menutup lubang hidungnya karena “wangi parfum” ajaib itu)

Dan Bakwan pun segera melanjutkan kembali acara tanya jawab Klopencapir IA. Dimulai dari Ny. Tarou.

Bakwan : Baik, Ny. Tarou. Apa yang anda kerjakan dari jam 9 malam sampai jam 5 pagi tadi?

(more…)